Mengevaluasi Teks Hikayat


1. Identitas  

Nama Guru          : Sarah Dhiba Rangkuti, S.Pd., Gr.

Mata Pelajaran     : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal       : Senin, 26 Oktober 2026

Fase/Kelas           : E/ X.E.4 dan 5

Materi                  : Teks Hikayat

2. Capaian Pembelajaran:

Pada akhir fase E ini murid mengevaluasi unsur intrinsik dan ekstrinsik teks sastra berbentuk teks aural.

3. Tujuan Pembelajaran

Murid mampu mengevaluasi nilai-nilai moral, pesan, serta unsur pembangun (intrinsik dan ekstrinsik) dari teks sastra klasik (Hikayat) berbentuk aural secara kritis.

  • Mindful Learning (Berkesadaran): Guru memberikan focus point (titik fokus) sebelum menyimak. Contoh: "Di pemutaran pertama ini, hadirkan diri kalian sepenuhnya hanya untuk mengenali bagaimana watak sang tokoh utama melalui intonasi suaranya.
  • Joyful Learning (Menggembirakan): Menggunakan metode investigasi ala detektif. Siswa dibagi menjadi kelompok "Detektif Nilai Moral" atau "Arkeolog Unsur Intrinsik" untuk membedah teks dengan cara yang seru.
  • Meaningful Learning (Bermakna): Siswa menemukan bahwa konflik dalam hikayat (perebutan kekuasaan, kesetiaan, fitnah, cinta yang terlarang) adalah konflik universal manusia yang masih terjadi hari ini di sekitar mereka.
4. ATP

a. Mengevaluasi teks hikayat:
Pada tahap ini murid mampu mengevaluasi nilai-nilai moral, pesan, serta unsur pembangun (intrinsik dan ekstrinsik) dari teks sastra klasik (Hikayat) berbentuk aural secara kritis. 

b. Materi pokok: Teks Hikayat
 
c. Indikator Ketercapaian
Murid mampu mengevaluasi nilai-nilai moral dan pesan dalam teks hikayat.

5. Materi
Apersepsi:

Assalamualaikum Wr. Wb.
Bagaimana kabarnya anak-anak saleh dan salihah? Semoga senantiasa dalam keadaan sehat dan selalu semangat belajar. Aamiin.

Anak-anak, sebelum kita memulai belajar mari kita merenungkan kebesaran Allah yang terkandung dalam 

Q.S. Yusuf Ayat 111
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۗ مَا كَانَ حَدِيْثًا يُّفْتَرٰى وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
"Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur'an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (menyediakan) petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Kaitan dengan materi:

Ayat ini menegaskan bahwa kisah-kisah masa lalu tidak sekadar didengarkan sebagai hiburan pengantar tidur. Al-Qur'an memerintahkan Ulil Albab (orang yang berpikir kritis/mendalam) untuk membedah, menganalisis, dan mengevaluasi esensi dari cerita tersebut.

Berikut merupakan materi Bahasa Indonesia yang akan dibahas pada hari ini:









6. Assesmen

Berdasarkan teks hikayat yang kamu simak, analisislah nilai-nilai dan pesan serta unsur pembangunnnya!

7. Refleksi
Kesimpulan Materi Mengevaluasi Teks Hikayat
Teks hikayat merupakan salah satu karya sastra Melayu klasik yang menceritakan kisah raja atau putri di kerajaan dan kadang terdapat kemustahilan. Meskipun begitu banyak pesan dan nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat yang relevan dengan kehidupan saat ini.
Intinya, mengevaluasi hikayat dapat memberikan pelajaran hidup bagi siapa saja yang membacanya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Komentar

Postingan Populer