Menulis Puisi


1. Identitas  

Nama Guru          : Sarah Dhiba Rangkuti, S.Pd., Gr.

Mata Pelajaran     : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal       : Senin, 12 Oktober 2026

Fase/Kelas           : E/ X.E.4 dan 5

Materi                  : Teks Puisi

2. Capaian Pembelajaran:

Pada akhir fase E ini murid mampu menulis gagasan dan imajinasi secara logis dan estetis ke dalam bait puisi orisinal

3. Tujuan Pembelajaran

Murid mampu menulis sebuah teks puisi baru yang orisinal dan kreatif berdasarkan pengalaman, gagasan, atau respons terhadap fenomena sosial/alam di sekitarnya secara mandiri.

  • Mindful Learning (Berkesadaran): Guru mengajak murid memejamkan mata selama 2 menit. Murid diminta menarik napas dalam-dalam, merasakan detak jantung, dan memikirkan satu momen dalam hidup yang paling berkesan (bisa momen bahagia, sedih, cemas, atau penuh syukur).
  • Joyful Learning (Menggembirakan): Guru mengajak murid bermain tebak emosi. Perwakilan murid maju ke depan dan membaca satu baris kalimat netral (contoh: "Hari ini hujan turun"), namun dengan emosi yang diundi (marah, takut, gembira, atau jatuh cinta). Murid lain menebaknya. Ini memecah ketegangan dan melatih ekspresi vokal/gestur."
  • Meaningful Learning (Bermakna): Murid menuliskan kata-kata kunci atau kalimat acak yang menggambarkan perasaan tersebut di buku catatan mereka. Guru menekankan: "Tidak ada kata yang salah dalam puisi. Puisi adalah cermin jiwamu."
4. ATP

a. Menulis teks puisi:
Pada tahap ini murid mampu menulis sebuah teks puisi baru yang orisinal dan kreatif berdasarkan pengalaman, gagasan, atau respons terhadap fenomena sosial/alam di sekitarnya secara mandiri

b. Materi pokok: Teks Puisi
 

c. Indikator Ketercapaian
Murid mampu menulis gagasan dan imajinasi secara logis dan estetis ke dalam bait puisi orisinal
5. Materi
Apersepsi:

Assalamualaikum Wr. Wb.
Bagaimana kabarnya anak-anak saleh dan salihah? Semoga senantiasa dalam keadaan sehat dan selalu semangat belajar. Aamiin.

Anak-anak, sebelum kita memulai belajar mari kita merenungkan kebesaran Allah yang terkandung dalam 

QS. Ibrahim ayat 24

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.”

Kaitan dengan materi:

Puisi yang ditulis oleh murid dari kejujuran emosinya adalah sebuah Kalimah Thayyibah (kalimat yang baik dan indah). Ayat ini mengajarkan bahwa kata-kata yang dirangkai dengan baik, indah, dan bermakna memiliki kekuatan yang kokoh untuk menyentuh hati manusia lain (penonton/publik), laksana pohon yang akarnya menghujam dalam dan buahnya bermanfaat bagi sekitar.

Berikut merupakan materi Bahasa Indonesia yang akan dibahas pada hari ini:







6. Assesmen

Buatlah dua bait puisi (terdiri atas 4 larik/baris) bertema "Semesta Alam di Bandar Lampung" dengan wajib menyisipkan minimal satu majas metafora atau personifikasi di dalamnya!

7. Refleksi
Kesimpulan Materi Menulis Puisi
Menulis puisi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengungkapkan perasaan atau pikiran melalui tulisan. Kata-kata yang digunakan dalam puisi dipilih dengan tepat dan dirangkai dengan indah. Perasaan yang dituangkan ke dalam puisi diungkapkan melalui perumpamaan (majas), ataupun kalimat yang lugas.
Intinya, menulis puisi dapat menjadi salah satu media menyalurkan perasaan, emosi, dan pikiran sehingga mendapatkan kesan estetika.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Komentar

Postingan Populer