Menginterpretasi makna tersirat dan tersurat teks puisi
1. Identitas
Nama Guru : Sarah Dhiba Rangkuti, S.Pd., Gr.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Fase/Kelas : E/ X.E. 2 dan 5
Materi : Teks Puisi
2. Capaian Pembelajaran:
Pada akhir fase E ini murid mampu menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan (simpati, peduli, dan empati) dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual secara kreatif
3. Tujuan Pembelajaran
Murid mampu menginterpretasi makna tersurat dan tersirat serta mendalami getaran emosi/perasaan penyair dalam teks puisi yang dibaca untuk menemukan pesan bermakna bagi kehidupan nyata.
- Mindful Learning (Berkesadaran): Guru membacakan satu bait pendek puisi yang penuh emosi (misalnya tentang kerinduan atau alam) dengan suara lembut. Siswa diminta merasakan: Di bagian tubuh mana mereka merasakan getaran suara tersebut? Apakah di dada? Di kepala?
- Joyful Learning (Menggembirakan): Bagi siswa ke dalam kelompok kecil. Berikan mereka satu teks puisi (Contoh: "Gadis Peminta-minta" karya Toto Sudarto Bachtiar atau "Aku" karya Chairil Anwar). Siswa menggunakan stabilo merah untuk mencari "kata kunci misterius" (metafora). Mereka berdiskusi, "Mengapa kaleng itu disebut 'gong dunia'? Apa maksudnya?"
- Meaningful Learning (Bermakna): Setiap kelompok menuliskan satu kalimat komitmen aksi nyata di selembar kertas berbentuk daun (misalnya: “Saya akan lebih peduli pada teman yang menyendiri di kelas”).
QS. Al-Hajj ayat 46
فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ
"...karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada."
Kaitan dengan materi:
Berikut merupakan materi Bahasa Indonesia yang akan dibahas pada hari ini:

.png)
.png)

Komentar
Posting Komentar