menginterpretasi makna tersirat dan tersurat serta mengungkapkan perasaan simpati/empati dari teks hikyat



1. Identitas  

Nama Guru          : Sarah Dhiba Rangkuti, S.Pd., Gr.

Mata Pelajaran     : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal       : Senin, 2 November 2026

Fase/Kelas           : E/ X.E.4 dan 5

Materi                  : Teks Hikayat

2. Capaian Pembelajaran:

Pada akhir fase E ini murid mampu menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan simpati, peduli, empati dan/atau pendapat pro/kontra dari teks visual dan audiovisual secara kreatif.

3. Tujuan Pembelajaran

Murid mampu menginterpretasi makna tersurat dan tersirat serta mengungkapkan perasaan simpati/empati dari teks hikayat visual/audiovisual.

  • Joyful Learning (Menggembirakan):  Guru memutar potongan video animasi pendek hikayat (misalnya: Hikayat Indera Bangsawan) dengan visual yang menarik tanpa suara di 1 menit pertama. Murid ditebak-tebakkan apa yang terjadi.
  • Mindful Learnign (Berkesadaran): Murid dipandu melakukan mindful breathing sejenak, lalu menyimak utuh video audiovisual hikayat tersebut. Mereka diminta tidak hanya mencatat alur, tetapi merasakan emosi tokoh.
  • Meaningful Learning (Bermakna): Murid menemukan makna tersurat: Apa yang dilakukan tokoh? (Fakta cerita) dan makna tersirat: Mengapa tokoh melakukan itu meski situasinya sulit? (Motivasi tersembunyi).

4. ATP


a. Menginterpretasi teks hikayat:
Pada tahap ini murid mampu menginterpretasi makna tersirat dan tersurat serta mengungkapkan perasaan simpati/empati dari teks hikyat visual/audiovisual.

b. Materi pokok: Teks Hikayat
 
c. Indikator Ketercapaian
Murid mampu menginterpretasi makna tersirat dant tersurat teks hikayat

5. Materi
Apersepsi:

Assalamualaikum Wr. Wb.
Bagaimana kabarnya anak-anak saleh dan salihah? Semoga senantiasa dalam keadaan sehat dan selalu semangat belajar. Aamiin.

Anak-anak, sebelum kita memulai belajar mari kita merenungkan kebesaran Allah yang terkandung dalam 

Q.S. Yusuf Ayat 111
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۗ مَا كَانَ حَدِيْثًا يُّفْتَرٰى وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
"Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur'an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (menyediakan) petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Kaitan dengan materi:

Ayat ini menegaskan bahwa kisah-kisah masa lalu tidak sekadar didengarkan sebagai hiburan pengantar tidur. Al-Qur'an memerintahkan Ulil Albab (orang yang berpikir kritis/mendalam) untuk membedah, menganalisis, dan mengevaluasi esensi dari cerita tersebut.

Berikut merupakan materi Bahasa Indonesia yang akan dibahas pada hari ini:










6. Assesmen
  1. Menemukan makna yang tampak (tersurat) dan yang tersembunyi (tersirat).
  2. Menghubungkan hati dengan para tokoh (simpati & empati).
  3. Membandingkan dunia masa lalu (hikayat) dengan dunia masa kini (cerpen).

7. Refleksi
Kesimpulan Materi Mengevaluasi Teks Hikayat
Teks hikayat merupakan salah satu karya sastra Melayu klasik yang menceritakan kisah raja atau putri di kerajaan dan kadang terdapat kemustahilan. Meskipun begitu banyak pesan dan nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat yang relevan dengan kehidupan saat ini.
Intinya, setelah menyimak dan membaca teks hikayat pasti ada pesan yang dapat dijadikan pembelajaran dalam hidup.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Komentar

Postingan Populer